Fawaid

BUGHATS: SI BAYI GAGAK YANG MALANG

BUGHATS: SI BAYI GAGAK YANG MALANG
Sumber: Muhsin Basyaiban

Seorang ulama bercerita tentang do’a yang selalu dia lantunkan. Dia selalu mengucapkan do’a berikut:

“ALLAHUMMARZUQNAA KAMAA TAQRZUQUL-BUGHATS”
“Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats.”

Pertanyannya, apa itu bughats? Dan bagaimanakah asal-muasalnya? Bughats adalah anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut “bughats” (bayi gagak). Ketika sudah besar ia akan menjadi gagak (gurab). Apakah perbedaan antara bughats dan gurab? Telah terbukti secara ilmiah, bahwa anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukanlah hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Tetapi, kulitnya saat itu justru berwarna putih. Maka tatkala induknya menyaksikan bayinya tersebut, ia pun tidak mau menerima kalau itu adalah anaknya, sehingga ia juga tidak mau memberi makan dan minum, dan ia hanya akan mengintainya saja dari kejauhan. Masya Allah.

Si Bayi Gagak malang yang baru keluar dari telurnya itu, pastilah tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang. Lalu pertanyaannya, bagaimanakah ia akan makan dan minum? Maka, Allah-lah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki yang akan menanggung soal rezekinya, karena Dia-lah yang telah menciptakannya. Allahu subhanahu wa ta’ala menciptakan AROMA tertentu yang keluar dari tubuh Si Bayi Gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat dan serangga akan berdatangan sesuai dengan kebutuhan Si Bayi Gagak, dan ia pun memakannya. Subhanallah!!

Keadaannya yang terus seperti itu, berlangsung hingga sampai warna Si Bayi Gagak berubah mejadi hitam, karena bulunya yang sudah mulai tumbuh. Maka ketika itu, barulah Si Induk Gagak mengetahui kalau itu (Si Bayi Gagak) adalah memang benar-benar anaknya dan akhirnya ia mau memberi makanan sampai tumbuh dewasa dan bisa terbang mencari makan sendiri. Dan secara otomatis aroma yang keluar dari tubuh Si Bayi Gagak pun hilang dan serangga-serangga tidak akan berdatangan lagi ke sarangnya. Masya Allah Tabarakallah!!

Dia-lah, Allah, ar-Razzaq, Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah pun berfirman: “Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan di antara mereka dalam kehidupan di dunia ini.” (QS. az-Zukhruf [43]: 32)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top