Fawaid

KEISTIMEWAAN SURAT AL-MULUK (TABARAK)

KEISTIMEWAAN SURAT AL-MULUK (TABARAK)
Sumber: Alhabib Alwi ibn Ali al-Habsyi
Transkiping: Muhsin Basyaiban

Dalam sebuah hadits Nabi ‘alayhis-shalâtu wa-salâm disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ. رواه الترمذي

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ta’âlâ dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya ada satu surat dalam al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, dan dapat memberikan syafa’at kepada seseorang hingga dia diampuni, yaitu surat TABAARAKAL LADZII BIYADIHIL MULKU.” (HR. at-Tirmidzi)

Maksud daripada “dapat memberikan syafa’at”, yakni ketika nanti di Yaumil Qiyamah orang-orang akan dilempar ke Jembatan Shirath, namun datanglah surat Tabarak, maka ia-lah yang akan menolong orang tersebut dan mengantarkannya hingga masuk ke dalam Surga. Dan keistimewaan yang lain daripada surat Tabarak adalah AL-MANI’AH MIN ‘ADZAABIL-QABR atau MENCEGAH DARI AZABNYA KUBUR. Dalam hal ini ada dua fawaidhu qishah yang masih berkaitan dengan keistimewaan surat Tabarak ini. Mudah-mudahan kisah berikut ini dapat menyemangati kita dalam merutinkan bacaan surat Tabarak di malam hari, sebelum tidur.

Adapun kedua kisah ini terjadi di Hadhramaut, Yaman. Kisah pertama, diceritakan ada seorang yang sering membaca surat Tabarak sebelum tidurnya. Namun, orang ini disebutkan ada banyak maksiatnya. Nah, di saat ia meninggal dan di kubur, orang-orang pun pulang meninggalkan kuburannya. Ketika itu, hanya tinggal beberapa dari kerabat keluarganya yang masih ada di kuburan orang tersebut. Tiba-tiba dari kuburan orang tersebut keluarlah anjing yang besar berwarna hitam dan pergi begitu saja.

Kemudian, salah seorang dari kerabat orang yang di kuburan tersebut mengikuti anjing itu. Ia merasa heran, “Kok anjing ini bisa keluar dari kuburan? Dari mana anjing ini?” Dan ia pun menangkapnya seraya berkata, “Man anta/ Siapa kamu ini, kok bisa keluar dari kuburan?” Ternyata anjing itu pun bisa menjawab, dia berkata, “Ana sayyiatun fulan/ Akulah amal buruknya fulan ini. Dan aku keluar, karena surat Tabarak yang mengusirku.” Masya Allah, jadi orang tersebut tidak punya lagi sayyiah atau amal buruk, lantaran amal burukanya itu sudah keluar dengan menjelma menjadi seekor anjing hitam yang besar. Ini semua tidak lain berkat surat Tabarak.

Kisah kedua, diceritakan bahwasanya di Tarim sana ada seorang ulama besar bernama al-Habib Abdurrahman ibn Ali Abi Bakar as-Sakran ibn Abdurrahman Assegaf. Dalam salah satu wiridnya, beliau juga senantiasa membaca surat Tabarak di setiap malamnya. Nah, suatu ketika tatkala ada pergantian kuburan baru (memang sistem yang ada di sana ketika kuburan seorang telah mencapai 40 tahun, maka kubruannya boleh ditumpuk). Kuburan yang akan ditumpuk di sini adalah kuburannya al-Habib Abdurraman ibn Ali as-Sakran.

Singkat cerita, tatkala penggali kuburan tersebut menggali kuburannya al-Habib Abdurrahman, maka ia mendapatkan al-Habib Abdurrahman duduk di kursi emas dengan membaca surat Tabarak. Masya Allah Tabarakallah. Penggali kuburan ini terkejut dan al-Habib Abdurrahman pun berkata, “Tutup, tutup, cari tempat yang lain.” Maka Si Penggali Kuburan itu bertanya kepada al-Habib Abdurrahman, “Ya Habib, kok bisa kayak gini?” Lalu al-Habib Abdurrahman berkata, “Ia karena bacaan surat Tabarak, ente jangan bilang-bilang ke orang. Kalau ente bilang orang-orang, ente bisa mati langsung!!” Maka kuburannya pun ditutup kembali. Walhasil, Si Penggali Kuburan itu diam-diam tidak bilang ke siapa-siapa. Tetapi, ketika di masa tuanya, ia pun sudah sakit-sakitan, akhirnya ia menceritakan peristiwa tersebut kepada anak-anaknya. Dan di esok harinya, ia pun meninggal. Wallahu A’lam.

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top