Kabar

YEMEN EXPLORATION PART 1

YAMAN EXPLORATION PART 1
Sumber: Imam Abdullah El-Rashied
Editting: Muhsin Basyaiban

Aku tak menyangka kini sudah kali kedua Ramadhan aku lalui di Yaman, Negri yang sejak di Cirebon dulu aku dambakan. Puji syukur kepadaMu ya Allah, alangkah besar nikmat yang Engkau berikan kepadaku, itu yang pertama. Syukur padaMu yang kedua adalah aku bisa menikmati Negri ini bukan hanya menyelami Samudera ilmunya, namun keindahan pemandangan alamnya yang turut membuatku kian jatuh cinta.

Sana’a City

Kota Son’a (Sana’a), Ibu Kota Republik Yaman ini sungguh indah. Kota ini sudah ada sejak masa Jahiliyah, taukah kalian bahwasannya Raja Abrahah yang pernah membawa pasukan bergajah untuk meluluh-lantahkan Rumah Allah itu adalah penguasa Son’a?. Ia, dia adalah penguasa Son’a yang jumawa, begitu angkuh dan sombongnya hingga menentang Tuhan dan membawa pasukan untuk meruntuhkan Rumah-Nya. Tuhan pelindung Ka’bah tak pernah tidur, Ia selalu terjaga untuk melindungi Rumah-Nya. Burung Ababil dikirimkan untuk menghabisi Abrahah dan pasukannya dengan kerikil dari Jahannam, membuat mereka musnah seketika menjadi abu.

Aku mengunjungi kota ini (Sana’a) saat musim dingin tiba pada puncaknya. Air-air yang ada di hotel tempat kami transit laksana air es saja. Untung saja kala itu mentari tak merasa enggan untuk menyapa kebekuan udara Son’a dengan senyum merekahnya yang hangat. Namun sayang, keindahan Son’a yang eksotik itu tak mampu aku nikmati berlama-lama. Tak sampai sehari-semalam aku harus melanjutkan perjalanan ke Mukalla, kota tujuan utamaku di Yaman. Babul Yamani, pintu gerbang kuno Yaman yang ada di Son’a Al-Qadimah belum sempat aku pandangi, waktu terlalu singkat rasanya namun itu tak mengurangi rasa gembiraku bisa menginjakkan kaki di Negri ini.

Sayang seribu sayang, saudaraku. Baru beberapa bulan aku menghirup udara segar pantai Mukalla, Son’a sebagai ibu kota luluh lantah oleh amukan perang yang berkepanjangan sejak permulaan awal tahun 2015. Kepentingan Politik yang berkedok agama itu telah membuat Son’a yang menawan itu hancur. Ku harap konflik ini tak terjadi lagi setelah ini, khususnya di Indonesiaku tercinta.

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top