Manaqib

SYEIKH YUSUF AL-MAKASSARI: MURID IMAM HADDAD ASAL INDONESIA

SYEIKH YUSUF AL-MAKASSARI: MURID IMAM HADDAD ASAL INDONESIA
Sumber: Muhsin Basyaiban

Syaikh Yusuf al-Makassari 1

Makam Syaikh Yusuf al-Makassari

Masya Allah! Itulah ekspresi setelah membaca tulisan ini, tidak dinyana ternyata Imam Haddad radhiyallâhu ‘anhu wa ardhâh mempunyai murid asal Indonesia? Murid yang dimaksud ini adalah Syeikh Yusuf al-Makassari, seorang keturunan raja Goa dan menantu Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Banten). Nama lengkap beliau adalah Abidin Tadia Tjoessoep, merupakan seorang pahlawan Nasional Indonesia dan murid daripada al-Imam al-Habib Abdullah bin ‘Alwi al-Haddad (Shahibur Ratib al-Haddad). Ada sumber yang menyebutkan bahwa keduanya pernah bertemu di kota Ta’izz, Yaman. Imam al-Haddad pun menyebutkan Syeikh Yusuf dalam beberapa tulisannya.

Ketika Syeikh Yusuf kembali ke Indonesia, beliau berjuang dengan gagah berani melawan penjajah Belanda sampai pada akhirnya beliau ditangkap dan diasingkan ke wilayah yang jauh dari negeri asalnya, yakni sebuah wilayah yang jauh juga dari keramaian kota yaitu Zandvliet, Cape Town – Republik Afrika Selatan. Namun coba kita lihat apa yang terjadi? Maksud hati menjauhkan pengaruh Syeikh Yusuf dari perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun di sisi lain Syeikh Yusuf malah menjadi ‘pelita’ di tengah ‘kegelapan’ bumi Afrika. Dari Zandvliet inilah cahaya Islam berkembang ke seantero negeri yang pernah mengalami politik Apartheid.

Syeikh Yusuf juga diyakini sebagai orang yang pertama kali membacakan ayat suci al-Qur’an di Afrika. Subhanallah. Tak salah apabila beliau dijuluki sebagai “Bapak Islam” Afrika Selatan. Bahkan, Presiden berkulit hitam pertama di Afrika Selatan, Nelson Mandela pernah menyatakan bahwa perjuangannya (dalam menghapuskan politik ras) itu diilhami oleh Syeikh Yusuf al-Makassari.

Syeikh Yusuf meninggal di Zandvliet pada tanggal 23 Mei 1699. Wilayah disekitar Zandvliet berganti nama Macassar untuk menghormati tempat kelahiran Syeikh Yusuf al-Makassari. Semoga ruh beliau beserta para santri, keluarga, dan pengikutnya mendapat ampunan dan keridhaan dari Allahu subhânahu wa taâlâ. Bijahin-Nabiy Muhammadin shallallâhu alaihi wa sallam, Lahumul-Fâtihah.

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top