Taklim

BEDANYA ORANG-ORANG SAAT INI DAN DULU

BEDANYA ORANG-ORANG SAAT INI DAN DULU
Sumber: al-Ustadz Abu Bakar Fahmi Assegaf
Editing: Muhsin Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Dikisahkan pada zaman dahulu seorang pembesarnya ulama, yakni Sayyidina Abdullah ibn Mubarak radhiyallâhu ‘anhu memasuki kota Baghdad. Di mana saat itu sedang berkumpul pula banyak di antara orang-orang yang kaya raya. Nah, ketika Sayyidina Abdullah ibn Mubarak memasuki kota tersebut orang-orang seketika berebut menciumi tangannya. Dan kebetulan pada saat itu ada Khalifatul Islam (kalau tidak keliru, yakni Sayyidina Harun ar-Rasyid) yang tengah bersama ibundanya. Maka, melihat atas kejadian tersebut ibundanya pun berkata, “Siapa orang itu? Masya Allah, semua orang menciumi tangannya? Orang-orang begitu menghormatinya, menyalaminya, memberikannya jalan kepadanya!”

Kemudian, ibundanya itu pun melanjutkan, “Itulah hakikat sebenarnya dari suatu kekuasaan dibandingkan dengan kekuasaan kamu (yang dengan harta dan kekuasaan dunia). Karena ia begitu dihormatinya –dengan ilmu dan kedekatannya dengan Allah– melebihi daripada kekuasaan seorang raja atau khalifah ataupun orang-orang yang kaya raya.” Masya Allah.

Adapun faedah yang bisa kita petik dari kisah di atas adalah bahwasanya orang-orang dahulu itu sangat menghormati orang yang berilmu. Tapi kalau orang-orang sekarang malah terbalik, mereka justru banyak tersilaukan dengan (orang yang memiliki) dunia. Banyak di antara orang-orang saat ini kalau sudah melihat dunia, akhiratnya malah menjadi lupa. Orang-orang saat ini jika sudah melihat seseorang yang kaya raya, boleh jadi hatinya lebih tergerak kepada orang tersebut (yang memiliki dunia) dibandingkan orang yang memiliki akhirat. Orang-orang saat ini begitu tersilaukan dengan orang yang kaya raya dibandingkan orang yang memiliki ilmu? Namun, (ketahuilah) bahwasanya orang yang seperti ini termasuk (yang dikatakan) sebagai orang-orang yang lalai. Berbeda dengan orang-orang dahulu, mereka ketika melihat orang yang berilmu itu lebih menyilaukan daripada orang-orang yang kaya raya. Semoga hati kita ini dijauhkan dari mencitai orang yang ahli dunia ketimbang orang yang ahli akhirat. Allâhumma Âmîn.

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top