Taklim

RENUNGAN DIPENGHUJUNG AKHIR TAHUN (1437 H)

RENUNGAN DIPENGHUJUNG AKHIR TAHUN (1437 H)
Sumber: al-Ustadz Muhammad Shofi
Editing: Muhsin Basyaiban

.سُبْحَانَكَ لَاعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kita kesempatan untuk menjumpai pergantian tahun baru Islam, tahun baru Hijriyyah. Itu artinya umur kita bukan semakin bertambah, justru semakin berkurang dan mendekati kematian. Yang menjadi ukuran baik tidaknya seseorang bukan panjang pendeknya umur seseorang, tapi yang menjadi ukuran adalah apa yang ia lakukan dalam tahun tersebut? Dalam hal ini, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

.خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, dan sejelek-jelek kalian adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amal perbuatannnya.” (al-Hadits)

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada manusia paling mulia yang di mana orang yang menyebutnya, memujinya, dan menjalankan ajarannya, maka ia akan menjadi orang yang mulia pula.

Setiap orang pasti menginginkan husnul khatimah di akhir hidupnya karena orang yang bisa husnul khatimah di akhir hidupnya itu adalah salah satu tanda ia termasuk orang yang beruntung dan bahagia. Al-Habib Umar bin Hafidz dalam kitabnya مملكة القلوب والأعضاء menjelaskan bahwa untuk bisa mendapatkan husnul khatimah di akhir hidupnya, seseorang butuh untuk latihan karena bagaimana mungkin seseorang mengharapkan husnul khatimah di akhir hidupnya jika ia tidak bisa menutup harinya dengan penutup dan akhiran yang baik? Bagaimana mungkin seseorang mengharapkan husnul khatimah di akhir hidupnya jika ia tidak bisa menutup minggunya dengan penutup dan akhiran yang baik? Bagaimana mungkin seseorang mengharapkan husnul khatimah di akhir hidupnya jika ia tidak bisa menutup bulannya dengan penutup dan akhiran yang baik? Begitu pula, bagaimana mungkin seseorang mengharapkan husnul khatimah di akhir hidupnya jika ia tidak bisa menutup tahunnya dengan penutup dan akhiran yang baik? Bukankah, Imam Bukhari meriwayatkan hadits dalam kitab Riqâq, bab al-A’mâl bi-Khawâtîm wa-mâ Yukhâfu minhâ no. hadits 6128, bahwasannya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

.إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِخَوَاتِيْمِهَا

 “Sesungguhnya amal-amal itu sesuai dengan pungkasan atau penutupnya.” (HR. al-Bukhari)

Dan sebagai salah satu usaha seseorang untuk bisa mendapatkan husnul khatimah di akhir hidupnya, yaitu mengakhiri tahunnya dengan membaca do’a akhir tahun dan dilanjutkan dengan membaca do’a awal tahun. Kenapa harus berdo’a? Karena do’a adalah inti sari ibadah di mana seseorang merasa kecil dan sangat membutuhkan Allah yang Maha Segalanya. Terlepas isi do’a tersebut apakah sesuai dengan al-Qur’an atau Hadits, tapi apakah berdo’a itu dilarang di dalam agama? Pastinya berdo’a adalah ibadah yang begitu dianjurkan di dalam agama Islam. Berikut ini adalah do’a akhir tahun dan awal tahun. Semoga bermanfaat.

DO’A AKHIR TAHUN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِى السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّى مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى، وَدَعَوْتَنِى إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِى عَلَيْكَ. اَللّهُمَّ إِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِى. اَللّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّى، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِى مِنْكَ، يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

  • Dibaca 3 kali sebelum Maghrib.
  • Jika dibaca bersama-sama, maka Imam membaca do’anya sedikit demi sedikit, kemudian diikuti oleh para jama’ah, dan begitu seterusnya.
  • Syaitan akan berkata, “Saya lelah menggodanya selama setahun dan ia merusak pekerjaanku dalam sesaat saja.”

DO’A AWAL TAHUN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَمْلَأُ خَزَائِنُ اللهَ نُوْرًا، وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَللّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلِ، وَهذَا عَامٍ جَدِيْدٍ قَدْ أَقْبَلْ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةِ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الَّأمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِى إِلَيْكَ زُلْفَى، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

  • Dibaca 3 kali setelah Maghrib.
  • Jika dibaca bersama-sama, maka Imam membaca do’anya sedikit demi sedikit, kemudian diikuti oleh para jama’ah, dan begitu seterusnya.
  • Syaitan akan berkata, “Dia telah aman dan Allah akan memasrahkan kepadanya 2 Malaikat yang menjaganya dari syaitan dan para pengikutnya.”

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top