Kabar

HAL MENARIK DALAM PROSES PEMBUATAN BIOGRAFI IMAM AL-HADDAD

HAL MENARIK DALAM PROSES PEMBUATAN BIOGRAFI IMAM AL-HADDAD
Sumber: Muhsin Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Terdapat hal-hal menarik tatkala membicarakan buku manaqib atau biografi IMAM AL-HADDAD RA karya Dr. Mushtafa Hasan al-Badawi –yang insya Allah beberapa hari lagi akan segera dilaunching oleh Penerbit Layar. DI. Yogyakarta. Di dalam pembuatan buku ini ternyata memiliki prosuder yang cukup panjang dan penuh emosional pula. Tentu, buah hasil dari proses tesebut menjadikan buku ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Demikian ini, tersirat dari ucapan Dr. al-Badawi di dalam muqaddimahnya yang menjelaskan proses pembuatan buku biografi Imam al-Haddad tersebut. Dr. al-Badawi mengatakan:

“Sebagian besar yang menjadi rujukan kami adalah apa yang dikumpulkan asy-Syaikh Ahmad asy-Syajjar dari perkataan Imam al-Haddad dalam kitabnya “Tatsbît al-Fuâd” dan juga tulisan-tulisan Imam al-Haddad serta karangan-karangannya, kemudian riwayat hidupnya dalam kitab yang berjudul “Ghâyah al-Qashd wa al-Murâd” karya as-Sayyid al-Imam Muhammad  bin Zain bin Sumait. Dan juga yang menjadi rujukan adalah perkataan Imam al-Haddad dalam karangan dan tulisannya dengan bahasa Arab fusha yang tinggi. Adapun yang dikutip asy-Syaikh as Syajjar di dalam kitab “Tatsbît al-Fuâd”, maka sebagian ada yang menggunakan logat Hadramaut dan kami biarkan sebagaimana aslinya, agar lebih jelas, tentu dengan izin Allahu subhânahu wa ta‘âlâ.”

Masya Allah, terlihat sekali betapa keseriusan Dr. al-Badawi dalam membuat dan mengumpulkan materi biografi Imam al-Haddad yang menjadi sosok panutan dan idolanya tersebut. Kalau kita mau tahu, kitab “Tatsbît al-Fuâd” itu sendiri setebal 600 halaman lebih, sedangkan kitab “Ghâyah al-Qashd wa al-Murâd” adalah kitab manaqib Imam al-Haddad yang cukup tebal pula. Adapun Syaikh Ahmad asy-Sajjar dan al-Habib Muhammad ibn Zain ibn Sumaith, mereka adalah murid langsung daripada Imam al-Habib Abdullah ibn ‘Alawi al-Haddad ra. Syaikh asy-Syajjar sendiri berkhidmat kepada Imam al-Haddad ± selama 30 tahun, begitu pula al-Habib Muhammad Zain ibn Sumaith yang cukup lama juga bersama Imam al-Haddad, bahkan dikatakan beliau tidak mau berpisah selama guru tercintanya tersebut masih ada. Subhanallah.

Tidak sampai di situ keistimewaan buku ini, ayyuhal ikhwan. Ada satu hal lagi yang saya ingin ungkapkan terkait proses pembuatan buku ini sehingga buku ini “memang benar-benar” dapat menjadi rujukan yang bisa kita pegangi bagaimana teladan dan jalan thariqahnya Imam al-Haddad. Dr. al-Badawi mengungkapkan masih dalam muqaddimahnya, beliau berkata:

“Tiap bab dari buku ini telah dibaca di hadapan as-Sayyid al-Imam ad-Da’i Ahmad Masyhur bin Thaha al-Haddad –semoga Allahu subhânahu wa ta‘âlâ membalasnya dan pada orang Islam dengan kebaikan yang banyak. Hal tersebut mendorong kami untuk menulis apa yang ada dalam buku ini agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Imam al-Haddad dan juga manhaj-nya.”

habib-ahmad-masyhur-al-haddad

Al-Habib Ahmad Masyhur ibn Thaha al-Haddad, Da’i berpengaruh di benua Afrika.

Allahu Akbar, coba kita perhatikan kalimat demi kalimat yang diungkapkan oleh Dr. al-Badawi tersebut. Beliau mengatakan, “Buku ini telah dibaca di hadapan as-Sayyid al-Imam ad-Da’i Ahmad Masyhur bin Thaha al-Haddad.” Pertanyaannya, “Siapa yang tidak kenal dengan sosok al-Habib Ahmad Masyhur ibn Thaha al-Haddad?” Ya Rabb, beliau adalah sosok pembesar Da’I yang sukses mengislamkan wilayah Timur di benua Afrika. Kalau boleh diibaratkan, al-Habib Ahmad Masyhur al-Haddad ini adalah salah satu walisongo-nya di Afrika. Betapa tidak, dengan peranan dakwah beliau lah saat ini di benua hitam Afrika menjadi terang benderang akan cahaya Islam. Shalluu Alal-Habiib.

Terakhir, Dr. al-Badawi juga mengungkapkan, “Hal tersebut mendorong kami untuk menulis apa yang ada dalam buku ini agar sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Imam al-Haddad dan juga manhaj-nya.” Demikian ini, lantaran wasilah al-Habib Ahmad Masyhur bin Thaha al-Haddad. Ketika membaca penyataan Dr. al-Badawi di atas, saya jadi berfikir, “Apa iya buku ini telah direstui sendiri oleh Imam al-Haddad?” Tentu jawabannya, “Wallahu a’lam.” Akan tetapi, “melihat” kesungguhan Dr. al-Badawi dalam mengerjakan buku biografi ini, hingga beliau pun harus membacakan tiap bab lembaran demi lembarannya di hadapan al-Habib Ahmad Masyhur al-Haddad, sudah sepantasnya buku ini tidak diragukan lagi akan keistimewaannya. []

 

 

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top