Taklim

TERNYATA INI PENYEBAB SULITNYA BANGUN TAHAJJUD?

TERNYATA INI PENYEBAB SULITNYA BANGUN TAHAJJUD?
Sumber: Ustadzi al-Habib Alwi al-Habsyi
Editing: Mohsen Basheban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Dalam suatu majelis pembacaan kitab Ihya’ Ulumuddin, al-Faqier pernah mendengar satu kalam atau perkataan yang disampaikan oleh Ustadzi al-Habib Alwi ibn Ali al-Habsyi tentang penyebab kenapa susah untuk bangun shalat Tahajjud? Ayyuhal-ikhwan, coba perhatikan perkataan dari Ustadzi al-Habib Alwi berikut ini, “Saya punya guru mengatakan; orang itu kalau sudah banyak dosanya suruh shalat Tahajjud sulit.” Masya Allah, dari perkataan yang singkat ini banyak sekali faedah yang bisa kita petik. Cobalah kita renungkan bersama, “Kapan terakhir kira-kira kita ini shalat Tahajjud?” “Kemarinkan, lusakah, ataukah 3-4 hari yang lalu, atau semingguan yang lalu, dan atau justru berbulan-bulan yang lalu?” Pertanyaannya, “Kenapa kita ini kok begitu susah untuk bangun Tahajjud?” Boleh jadi jawabannya, “Lantaran kita ini memang sudah terlalu tenggelam dalam gelimpangan dosa, Ya Allah Ighfirlana.”

Dalam perkatannya yang lain, Ustadzi al-Habib Alwi al-Habsyi juga memberikan tips agar kita ini bisa lebih mudah bangun malam shalat Tahajjud. Beliau mengatakan, “Bapak-bapak yang (hadir) duduk di sini, sebelum tidur bacalah surat Thaha. Atau surat-surat yang lain silahkan, mau surat Yasin, surat al-Kahfi, atau surat lainnya silahkan. Sebelum tidur, bukalah mushaf dengan wudhu; pakai baju yang rapi (baju tidur yang rapi, yang suci, yang bersih jangan ada najisnya). Kemudian, buka Mushaf al-Quran bacalah surat Thaha, atau baca surat al-Quran lainnya, barulah tidur. Dengan satu niat, insya Allah jam 3 atau ½ 4 malam saya dibangunkan dengan kemuliaan al-Quran (Kalamullah); “Ya Allah bangunkan saya shalat Tahajjud jam 3 atau jam ½ 4 malam.” Perhatikan, nanti akan ada perbedaan. Anda akan bisa bangun Tahajjud, dan paginya pun anda akan lebih segar, berkat al-Quran.”

Selanjutnya, Ustadzi al-Habib Alwi al-Habsyi juga mengatakan, “Anda buktikan, namun yang rutin. Nanti anda akan menemui sesuatu yang ajaib dalam kehidupan. Mungkin rezekinya yang berkah, rumah tangganya lebih harmonis, anak-anaknya (Insya Allah) berakhlak mulia.” Masya Allah Tabarakallah, demikianlah yang al-Faqier dengar langsung dari apa yang disampaikan oleh Ustadzi al-Habib Alwi al-Habsyi. Semoga kita semua bisa mempraktikkannya masing-masing, merutinkan hal tersebut, dengan satu niatan mendekatkan diri kepada Allah, menjalankan sunnah-sunnahnya Rasulullah, dan mencari hidayah wal-inayah serta keberkahan/kebahagiaan hidup baik di dunia maupun kelak di akhirat. Akhiran, semoga ada manfaatnya. []

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top