Fawaid

PEGANG TEGUHLAH JALAN DAN MAJELISNYA SALAFUSH SHALEH

PEGANG TEGUHLAH JALAN DAN MAJELISNYA SALAFUSH SHALEH
Sumber: al-Habib Abu Bakar ibn Ali al-Masyhur
Editing: Mohsen Basheban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Al-Habib Abu Bakar ibn Ali al-Masyhur al-Adni -hafidzahullahu ta’ala- dalam suatu majelisnya pernah menyampaikan, “Bila seseorang tidak peduli lagi (dengan Salafanya), namun ia justru mengutamakan untuk belajar ilmu-ilmu modern yang mana di situ tidak ada sedikit pun daripada sirr (rahasia) Salafush Shaleh dan juga ia belajar ilmu-ilmu umum tanpa memperhatikan majelis daripada Salafush Shaleh. Maka, akan berkurang lah sirrnya Salafush Shaleh, akan hilang pula keberkahan daripada Salafush Shaleh, sehingga tatkala kita kembali kepada Allahu subhânahu wa ta’âlâ, kita akan hidup tanpa adanya keberkahan!

Hal ini sebagaimana yang diungkapankan oleh al-Imam al-Habib Abdullah ibn ‘Alwi al-Haddad, “Mereka ibarat pelita-pelita yang memberikan penerangan kepada umat manusia yang dapat menerangi bagi kehidupan kita semua.” Oleh karenanya, para Salafush Shaleh selalu mengisyaratkan kepada anak-anak mereka dengan memegang kepada hadits Nabi ‘alayhish-shalâtu was-salâm berikut:

 (هُمُ الْقَوْمُ لَا يُشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُمْ. (رواه مسلم

“Mereka adalah orang-orang yang tidak akan (pernah) sengsara (dengan siapa pun) orang yang ikut duduk bersama mereka.” (HR. Muslim).”

Hikmah yang bisa kita petik dari ungkapan ini adalah seyogyanya di samping kita ini mempelajari ilmu pengetahuan umum (misalnya), agar kita mau juga mengimbanginya dengan hadir/duduk di majelisnya para Salafush Shaleh; mendengarkan dan memperlajari apa yang disampaikan oleh para Asatidz di majelis tersebut. Begitu pula bagi seorang yang sudah bekerja; seyogyanya seluruh waktunya itu tidak hanya dihabiskan untuk bekerja, bekerja dan bekerja saja. Luangkan lah waktu untuk hadir di majelis-majelisnya para Salafush Shaleh, sehingga dengan harapan kita semua tetap mendapatkan sirr dan keberkahan daripada majelis tersebut, untuk siapa? Untuk diri kita, keluarga, maupun semua yang berhubungan dengan kita. Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

Comments

comments

To Top