Manaqib

KISAH HABIB ABDULQADIR DENGAN PEMUDA BERANDAL

KISAH HABIB ABDULQADIR DENGAN PEMUDA BERANDAL
Sumber: Sayyidil Habib Umar ibn Hafidz
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Berikut kisah yang pernah disampaikan oleh Sayyidil Habib Umar ibn Hafidz tentang kepribadian gurunya, yakni al-Qutb al-Habib Abdulqadir ibn Ahmad as-Segaf, yang begitu lemah-lembut tanpa terkecuali. Maka ayyuhal ikhwan, mari kita simak kisah berikut; semoga dari kisah ini mendatangkan manfaat bagi diri kita semua. Sayyidil Habib Umar ibn Hafidz dalam suatu majelisnya pernah menceritakan, “Suatu hari al-Habib Abdulqadir ibn Ahmad as-Segaf hendak berpergian ke kota Makkah al-Mukarramah. Tiba-tiba di dalam bus, sopirnya kesal dengan seorang penumpang dari penduduk Makkah. Seorang penumpang dari Makkah itu mengatakan kepada sopir bus itu, “Bukakan tempat kopernya?” Ya, dia ingin meletakkaan tas kopernya tersebut dibelakang bus.

Lantas si pemuda penduduk Makkah tersebut justru menyuruh Habib Abdulqadir yang juga tengah berada di dalam bus. Kata si pemuda itu, “Ayo bangun, ambil tas itu.” Lanjut lagi kata si pemuda, ”Sopirnya tidak mau menaruh.” Maka kemudian, Habib Abdulqadir pun mengangkat tas pemuda itu dan menaruhnya dibelakang bus. Habib Abdulqadir sendiri ingin pergi ke kota Makkah dari Jeddah. Setelah menaruh tas koper si pemuda, lalu Habib Abdulqadir duduk berdampingan dengan si pemuda tersebut. Dan si pemuda itu bertanya-tanya kepada Habib Abdulqadir tentang keadaan dan berbincang-bincang dengannya.

Ketika berbincang-bincang dengan sang pemuda, Habib Abdulqadir melihat bahwa memang dia terlihat masih muda, maka Habib Abdulqadir pun bertanya kepadanya, “Sudah menikah?” Lantas sang pemuda menjawab, “Tidak, buat apa menikah?” Lalu katanya lagi, “Tidak ada faedahnya menikah?!”  Bahkan dia melanjutkan, “Wanita yang saya mau bisa saya dapatkan tanpa harus menikah.” Mendengar hal itu, maka mulai lah Habib Abdulqadir berbicara kepadanya dengan berlemah-lembut, menggerakkan hatinya, menggerakkan imannya. Hingga tidaklah sampai kota Makkah, melainkan pemuda itu sudah berubah; yakni hatinya, dan pikirannya pun berubah.

Nah, ketika Habib Abdulqadir ingin keluar dari bus, maka sang pemuda itu pun juga keluar dengan sigap seraya ingin membukakan pintu untuk Habib Abdulqadir. Qul, “Masya Allah.” Lantas, tatkala Habib Abdulqadir ingin mengeluarkan tasnya, tapi kata sang pemuda, “Jangan, jangan, …” Lalu sang pemuda itu membuka tempat tas koper dan dia sendiri lah yang mengambil dan mengeluarkan tas milik Habib Abdulqadir dan membawakannya kepada beliau. Katakanlah lagi, ya ayyuhal ikhwan, “Masya Allah Tabarakallah.”

Kemudian, akhirnya sang pemuda tersebut bertemu dengan ayahnya di Makkah. Lalu pemuda itu berkata kepada ayahnya, “Seseorang naik bus bersamaku hari ini dan ia telah merubah hidupku.” Lantas ayahnya pun  berkata, “Kenapa bisa?” Maka jawab pemuda itu pada ayahnya, “Iya berbicara kepadaku begini, dan begini …” Mendengar hal itu, maka ayahnya pun senang sekali. Sebab dia tahu, ananknya tersebut memang nakal, ia tidak mau taat dan patuh. Maka ayahnya berkata lagi, “Ayo kita temui, siapa dan dari mana dia (yakni, Habib Abdulqadir)?” Kemudian, pemuda itu pun pergi dengan ayahnya ke tempat di mana Habib Abdulqadir turun dari bus. Dan akhirnya mereka bisa bertemu dengan Habib Abdulqadir, dan Habib Abdulqadir pun menyambut mereka, dan mereka pun bergembira, yang pada akhirnya mereka bertaubat di tangannya Habib Abdulqadir.

“Shalluu Alal-Habiib ,…”

Maka setelah kejadian itu, ayahnya pun mencarikan istri kepada anaknya tersebut. Keadaan anaknya itu pun menjadi lebih baik, tadinya ia tidak kenal shalat, lalu sekarang menjadi orang yang gemar shalat. Masya Allah, hidayah besar dan inayah. Inilah contoh respon hati terhadap pemilik hati yang terdidik dari Madrasah Hadhramaut yang agung, Madrasah Nabawi yang islami dan penuh keimanan. Semoga ada manfaatnya, jangan lupa untuk disebarlauskan. #sebarkanmanfaat #kisahhikmah #penerbitlayar

Comments

comments

To Top