Fawaid

FAEDAH TERSEMBUNYI MELONGGARKAN TEMPAT DUDUK

FAEDAH TERSEMBUNYI MELONGGARKAN TEMPAT DUDUK
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Salah satu etika yang diajarkan Islam dalam rangka menjalin hubungan baik dengan sesama manusia adalah berbuat baik kepada orang lain. Nah, salah satu bentuk perbuatan baik ini adalah melapangkan tempat duduk untuk orang lain, baik dalam majelis ilmu, pengajian, tempat umum seperti dalam bus kota, angkot, kereta, halte, warung dan lain sebagainya. Hal ini selain dapat mempererat hubungan juga mempunyai nilai ibadah yang terkadang banyak dilupakan oleh kebanyakan orang. Sering sekali kita jumpai orang merasa enggan untuk bersedia bergeser sedikit dari tempat duduknya guna memberi tempat bagi orang lain. Hal ini disebabkan karena ia mempunyai rasa egoisme yang terlalu tinggi sehingga tidak bersedia untuk menghormati dan berkorban demi orang lain. Ternyata selain bernilai ibadah, melonggarkan tempat duduk untuk orang lain, menurut al-Hubaisy rahimahullâhu ta’âlâ juga berfungsi untuk melapangkan rezeki. Hal ini beliau dasarkan pada hadits yang berbunyi sebagaimana berikut:

(وَسِّعْ لِجَلِيْسِكَ يُوَسِّعِ اللهُ عَلَيْكَ رِزْقَكَ (الحديث

“Lapangkanlah  (tempat  duduk)  untuk  teman  dudukmu, maka Allah akan melapangkan rezekimu.” (al-Hadits)

Selain hadits di atas sebenarnya juga ada ayat al-Qur’an yang secara implisit menjelaskan hal tersebut, yaitu:

.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Mujadalah [58]: 11)

Menurut Fakhruddin ar-Razy rahimahullâhu ta’âlâ kalimat “niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu” itu berlaku mutlak sehingga mencakup seluruh persoalan yang ingin dilapangkan oleh manusia. Seperti tempat tinggal, rezeki, hati, kuburan dan surga. Bahkan, menurut beliau ayat ini berlaku mutlak untuk semua bentuk perbuatan yang melapangkan dan memudahkan urusan orang lain, tidak cuma khusus melapangkan tempat duduk. Senada dengan ar-Razy adalah Abu Sa‘ud rahimahullâhu ta’âlâ dalam tafsirnya, “Irsyad al-‘Aql as-Salim”, menurut beliau maksud kalimat: “niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu” adalah dalam semua urusan yang engkau ingin lapangkan, seperti tempat tinggal, rezeki, hati, kuburan dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, jika anda memang menginginkan agar rezeki anda melimpah dan luas, maka janganlah sungkan dan malas untuk melapangkan tempat duduk anda bagi orang lain, walaupun umpamanya mengakibatkan anda sendiri tidak memiliki tempat duduk. Sebab perbuatan yang anda lakukan tersebut –dalam pandangan agama Islam– memiliki nilai atau faedah yang tersembunyi, yakni dapat melancarkan rezeki rezeki anda. Wallahu a’lam. Semoga ada manfaatnya. (Hal-hal yang berkaitan dengan melancarkan rezeki dapat anda lihat selengkapnya dalam buku berjudul, “KUNCI PENARIK REZEKI” karya Mohammad Rumaijizat, Penerbit Layar: Yogyakarta, 2016)

*Nb: Buku “Kunci Penarik Rezeki” bisa didapatkan di sini. Silahkan kontak via WA + 0896 3122 7377

Comments

comments

To Top