Manaqib

TIGA AZIMAT JENDERAL SUDIRMAN

TIGA AZIMAT JENDERAL SUDIRMAN
Sumber: Ust. Abu Bakar Fahmi as-Segaf
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Jika anda perhatikan gambar yang kami upload; seseorang yang gagah, memakai stelan jas dan memakai blangkon (penutup kepala khas jawa), beliau adalah Jenderal Sudirman rahimahullah. Siapa yang tidak kenal dengan beliau? Ya, beliau seorang perwira tinggi negeri ini pada masa revolusi kemerdekaan RI. Beliau juga diangkat sebagai panglima TNI yang pertama di republik ini. Nama dan sepak terjang beliau pun dalam memperjuangkan kemerdekan RI terus menggema dan menjadi simbol kejayaan dan kebangkitan tanah air ini. Oleh karenanya, tidak lah heran ketika disebutkan nama beliau seperti ada kewibawaan tersendiri.

Namun, tahukah anda dibalik kewibawaan dan kemasyhuran beliau ternyata ada semacam azimat yang beliau terus pegang dan lazimkan hingga akhir hayatnya. Mungkin hal ini jarang kita dengar, atau mungkin sengaja ditutup-tutupi? Wallahu a’lam. Tapi, yang jelas di sini kami akan menshare tiga azimat tersebut yang menjadi selalu pegangan Jenderal Sudirman, ya sudah barang tentu dengan tahunya azimat ini semoga anda pun bisa menjadikannya sebagai pegangan.

Namun sebelumnya, yang perlu anda harus ketahui terlebih dahulu adalah bahwasanya Jenderal Sudirman merupakan sosok yang sangat relegius. Beliau adalah orang yang taat beragama, dan senantiasa menjalankan sunnah-sunnahnya rasul. Memang beliau tidak memakai imamah, tetapi memakai blangkon. Nah, karena kerelegiusan beliau ini hingga salah satu perwira TNI Nasional pernah mengatakan, “Jenderal Sudirman memiliki tiga azimat untuk menjaga perjuangan agar tidak kalah dari musuh?!” Lantas, apakah itu??

Dikatakan, “Wahai Jenderal, apa azimatmu sehingga engkau tidak pernah kalah melawan musuh-musuhmu?” Maka jawab Sang Jenderal, “Pertama, aku tidak pernah lepas dari wudhu. Ketika aku batal dengan wudhuku, maka aku (segera) mengambil air wudhu untuk berjuang di jalan Allah, berjuang memerdekakan bangsa ini. Yang kedua, jika ada panggilan waktu shalat maka aku segera melalukan shalat. Dan yang ketiga, aku mencintai bangsaku dan rakyatku sepenuh hatiku.” Subhanallah.

Bahkan azimat yang terakhir ini, benar-benar beliau hayati. Dikatakan bahwasanya ketika beliau memasuki satu tempat/desa jika didapati rakyat di desa tersebut ternyata dalam keadaan kekurangan (pangan), maka bekal perjuangan beliau akan diberikan kepada masyarakat yang ada di desa tersebut. Masya Allah. Inilah tiga azimat seorang ulama yang disebut dengan Jenderal Sudirman. Semoga dari sekelumit kisah ini menggugah kembali kesadaran kita akan ketaatan kepada Allahu ta’ala, dan juga yang patut kita sadari bawah kemerdekaan ini semata-mata adalah atas pemberian Allahu subhanahu wa ta’ala. Akhiran, semoga dari kisah ini memberi manfaat bagi kita semua. Silahkan disebarluaskan.

#sebarkanmanfaat #jenderalsudirman #penerbitlayar

Comments

comments

To Top