Fawaid

AMALAN SUNNAH DI BULAN DZULHIJJAH

AMALAN SUNNAH DI BULAN DZULHIJJAH
Sumber: al-Habib Alwi ibn Ali al-Habsyi
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA – Berikut kami akan kutip beberapa amalan sunnah yang bisa anda kerjakan selama bulan Dzulhijjah.

Pertama: Berpuasa. Kita disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal shaleh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan shaleh. Dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.” (HR. Abu Daud)

Di antara sahabat yang mempraktekkan puasa selama sembilan hari awal Dzulhijah adalah Ibnu ‘Umar. Ulama lain seperti, Hasan al-Bashri, Ibnu Sirin dan Qatadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama.

Adapun niat berpuasa di bulan Dzulhijjah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى.

NAWAITU SHAUMA SYAHRI DHILHIJJATI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA

“Aku niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allahu ta’ala.”

Kedua: Takbir dan Dzikir. Yang termasuk amalan shaleh juga adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak doa. Disunnahkan untuk mengangkat (mengeraskan) suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid dan tempat-tempat lainnya. Imam Bukhari rahimahullah menyebutkan:

 وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : وَاذْكُرُوا اللهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا. وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ

Ibnu ‘Abbas berkata: “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari Tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin ‘Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (HR. Bukhari)

Adapun lafadz dzikir yang biasa dibaca oleh para ulama selama bulan Dzulhijjah adalah SUBHNALLAH WAL-HAMDULILLAH WALA ILAHAILLAHU WALLAHU AKBAR. Atau juga dengan lafadz dzikir, NASTAHFIRULLAHAL-ADZIM WA NATUBU ILAIH. (Dibaca sebanyak-banyak, boleh semisal sehari sebanyak 100 x)

Ketiga: Menunaikan Haji dan Umrah. Yang paling utama ditunaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijah adalah menunaikan haji ke Baitullah.

Keempat: Memperbanyak Amalan Shaleh. Sebagaimana keutamaan dari hadits Ibnu ‘Abbas yang kami sebutkan di awal tulisan, dari situ menunjukkan dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca al-Qur’an, dan beramar ma’ruf dan nahi mungkar.

Kelima: Berqurban Di Hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari Tasyriq. Disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Keenam: Bertaubat. Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zalim terhadap sesama.

Kesimpulan. Intinya, keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca al-Qur’an, dan amalan shalih lainnya. Wallahu a’lam bis-shawab.

Comments

comments

To Top