Taklim

MEMAHAMI MAQAMAT ISYIQ (DIMABUK CINTA)

MEMAHAMI MAQAMAT ISYIQ (DIMABUK CINTA)
Sumber: Ustadz Ahmad Muhammad al-Habsyi
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM – YOGYAKARTA, Di dalam kitab “Mukasyafatul Qulub” karya Imam al-Ghazali rahimahullah, beliau membahas satu maqamat (kedudukan) dalam dunia sufiyah, yaitu ISYIQ. Isyiq kalau secara bahasa Indonesia artinya adalah rindu, tetapi kalau dijelaskan makna aslinya dalam bahasa Arab mengandung arti; rindu atau kecintaan yang luar biasa atau dalam bahasa kita sekarang “dimabuk cinta.” Jadi, ada derajat orang yang cinta ada juga derajat yang lebih tinggi lagi, yaitu dimabuk cinta.

ISYIQ atau dimabuk cinta jika dijelaskan secara istilah adalah seorang yang memiliki cinta yang sangat mendalam. Adapun Imam al-Ghazali menjelaskan tentang ibarah cinta yaitu, condongnya hati kepada sesuatu yang dia sukai. Maka, itulah makna daripada cinta itu sendiri. Kemudian, apabila rasa condongnya itu semakin kuat dan kuat kepada sesuatu yang dia sukai, yang dia cintai, ataupun yang dia rasa nikmat ketika condong tersebut. Maka saat itulah, ia sedang ISYIQ atau dimabuk cinta.

Nah, seseorang yang sudah cinta lalu bertambah dan bertambah hingga masuk ke dalam kategori ISYIQ, maka dia akan merubah dirinya menjadi budak seseorang yang dia cintainya tersebut. Atau juga menjadi budak sesuatu yang dia cintainya. Sehingga ketika seorang dalam keadaan ISYIQ seperti ini, dia akan YUNFIQU M YAMLIKU LI-AJLIHΠ(mengeluarkan hartanya demi sesuatu yang dia cintai tadi). Dan yang seperti ini kita bisa ambil pelajaran dari kisahnya Zulaikha dan Nabi Yusuf ‘alayhis-salam.

Kita ketahui bersama bahwa Zulaikha adalah wanita yang sangat mencintai Nabiyullah Yusuf ‘alayhis-salam, bahkan sebab cintanya tersebut hingga hartanya habis, kecantikannya pun habis. Dikisahkan bahwasanya dahulu Zulaikha memiliki perhiasan, kalung, dan harta yang sangat banyak. Sampai dikatakan jika perhiasannya dan kalung-kalung serta harta yang dia miliki itu dikumpulkan dan lalu diletakkan di atas unta, maka cukup untuk 70 unta membawa hartanya Zulaikha. Demikian ini, penggambaran betapa sangat banyaknya harta dan perhiasan yang dimiliki Zulaikha.

Memang di saat itu Zulaikha adalah seorang wanita yang sangat kaya raya. Namun, semua itu akhirnya hilang karena seseorang yang dicintainya; demi kekasihnya, demi kecintaannya. Ketika Zualikah jatuh cinta kepada Nabiyullah Yusuf menjadikan semua hartanya habis semata-mata untuk yang dia cintai. Tetapi, (perlu diingat) di sini semua hartanya habis bukanlah untuk diberikan kepada Nabiyullah Yusuf, melainkan hartanya habis karena ISYIQ atau dimabuk cinta.

Di atas telah dijelaskan bahwa ISYIQ adalah ketika seseorang sudah mencintai sesuatu lalu semakin dalam cintanya, maka ia akan berubah menjadi ISYIQ atau dimabuk cinta. Dan kalau sudah menjadi dimabuk cinta, maka ia akan menjadi budak bagi kekasihnya. Kalau yang dia cintai manusia, dia akan menjadi budak kekasihnya. Kalau yang  dia cintai bukan manusia, maka dia pun akan menjadi budak dari sesuatu yang dia cintainya tersebut. Yang kemudian akan mendorongnya mengeluarkan apa saja yang dia miliki demi sang kekasihnya. Walhasil, apapun demi kekasihnya ia pasti akan keluarkan hartanya, miliknya, karena apa? Karena kecintaan yang sangat mendalam (ISYIQ).

*Insya Allah, dalam postingan berikutnya kami akan mulai menyinggung MAQAMAT ISYIQ kepada Sang Khaliq; Allahu subhanahu wa ta’ala.

Comments

comments

To Top