Manaqib

KISAH MOTIVASI: KERINGATMU DIPERHITUNGKAN

KISAH MOTIVASI: KERINGATMU DIPERHITUNGKAN
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Berikut kisah nyata yang cukup masyhur dikalangan para santri Rubat Tarim, Hadhramaut tentang sokok guru mereka, yakni al-Habib Hasan ibn Abdullah asy-Syathiri (kakak daripada al-Habib Salim ibn Abdullah asy-Syathiri. Semoga dari kisah ini memberikan manfaat dan motivasi tersendiri bagi diri kita untuk bekerja serta menggapai keridhaan-Nya.

Fa ya ayyuhal ikhwan, simaklah sejenak kisah penggugah jiwa ini; Suatu ketika al-Habib Hasan ibn Abdullah ibn Umar asy-Syathiri (seorang ulama besar asal negeri Yaman) diminta untuk mengajar di Masjidil Haram oleh Raja Faisal. Di Makkah sendiri al-Habib Hasan memiliki banyak murid yang tinggal di sana, maka tatkala beliau sampai di kota Makkah, beliau pun tidak langsung mengajar; memenuhi permintaan pihak kerajaan.

Sewaktu itu beliau berkata, “Sebelum mengajar, aku ingin berdagang. Tapi aku tidak punya uang.” Maka, berebutanlah para muridnya datang membawakan uang untuk diberikan kepada sang guru secara ikhlas (cuma-cuma). Namun al-Habib Hasan malah menolaknya, dengan halus beliau berkata, “Aku tidak meminta, tetapi aku ingin berhutang.” Maka, para muridnya pun memberikan uang itu kepada sang guru sebagai piutang, tentu juga demi mengharap keberkahan dari sang guru.

Ternyata peristiwa ini sampai ke telinga pihak kerajaan, maka esok harinya datanglah para pembesar pihak kerajaan Makkah al-Mukarramah menjemput al-Habib Hasan asy-Syathiri. Mereka pun seraya berkata,  “Wahai Habib, jika engkau ingin berdagang maka Raja pun bisa memberimu Pasar!” Tak dinyana, mendengar hal tersebut al-Habib Hasan justru menjawab dengan kalimat yang mengugah jiwa dan sanubari. Beliau berkata, “Ketahuilah, bahwa banyak dosa yang rontok karena keringat yang menetes ketika seseorang bekerja.” Subhanallah !!!

 

Comments

comments

To Top