Fawaid

NASIHAT TENTANG KASIH SAYANG KEPADA MAKHLUK

NASIHAT TENTANG KASIH SAYANG KEPADA MAKHLUK
Sumber: Ust. Ahmad Muhammad al-Habsyi
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA – asy-Syaikh Mutawalli Sya’rawi rahimahullâh pernah mengatakan, “Kalau engkau melihat semut lewat di depanmu; tidak menggangu atau menggigit. Maka, janganlah engkau matikan semut itu dengan tanganmu atau kakimu (diinjak). Karena, semut-semut itu semuanya berdzikir kepada Allahu subhânahu wa ta’âlâ, janganlah sampai engkau menjadi orang yang menghentikan dzikirnya makhluk-makhluk Allah.” Masya Allah Tabarakallah.

Oleh karenanya, apabila kita sampai membunuh atau menginjak binatang maka sejatinya kita pun telah menghentikan dzikirnya makhluk-makhluk Allah tersebut. Tetapi, lain halnya kalau binatang-binatang itu membahayakan atau ada madharatnya. Kalau tidak ada, maka buat apa kita membunuhnya (secara iseng)? Seperti orang nadzar ketika melihat kecoa, maka harus dibunuh! Buat apa? Kalau bisa dibuang saja kenapa tidak buang? Kalau bisa dijauhkan, kenapa tidak dijauhkan?

Maka dari itu, Syaikh Mutawalli Sya’rawi pun mengatakan, “Janganlah engkau sampai menjadi orang yang menghentikan dzikirnya makhluk Allah.” Sayangi makhluk-makhluk Allah, kalau tidak membunuhnya maka niatkan engkau menyayangi makhluk-makhluknya Allah. Insya Allah, kalau niatmu tidak membunuhnya karena menyanyangi makhluknya Allah maka engkau akan dibalas dengan kasih sayangnya Yang Maha Penghasih, yaitu Allahu subhânahu wa ta’âlâ. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, “IRHAMÛ MAN FIL-ARDHI YARHAMUKUM MAN FIS-SAMÂ’” (Sayangi makhluk yang ada di bumi nanti (penduduk) yang ada di langit akan menyayangi kalian). Sekali lagi, jika melihat makhluk Allah diniatkan saja bahwa saya tidak akan membunuhnya karena rahmah (kasih sayang) saya kepada makhluk-makhluknya Allah. Dengan niat seperti itu, insya Allah kasih sayang kita kepada makhluk Allah itu akan dibalas dengan kasih sayangnya Allahu subhânahu wa ta’âlâ. Wallahu a’lam.

Comments

comments

To Top