Fawaid

KISAH IMAM ABU HANIFAH DAN TETANGGANYA

KISAH IMAM ABU HANIFAH DAN TETANGGANYA
Sumber: Ustadz Ahmad Muhammad al-Habsyi
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA – Diceritakan bahwa Imam Abu Hanifah rahimahullâh dahulu mempunyai tetangga yang sering memainkan gitar oud (gitar arab) didekat rumahnya. Bahkan, ketika Imam Abu Hanifah akan memulai mengajar, maka gitar itu pun dimainkan lebih keras lagi oleh tetangganya tersebut. Tentu rumah-rumah dahulu tidak sama seperti model yang ada sekarang ini; terbuat dari semen atau beton. Tapi model rumah dahulu tidak lah demikian, sehingga seorang yang bersuara pelan saja pasti juga akan terdengar. Maka, ketika santri-santri Imam Abu Hanifah datang ke rumah beliau dan beliau akan memulai mengajar, lantas oleh tetangganya itu gitarnya pun dimainkan lebih kencang lagi. Tetangganya tersebut adalah orang yang maghrur bin nafsihi atau orang yang tertipu, jadi ia adalah orang yang tergila-gila dengan dirinya sendiri. Oleh karenanya, nyanyiannya pun hanya puji-pujian untuk dirinya sendiri.

Hingga suatu saat, tetangga Imam Abu Hanifah itu pun  menyanyikan kritikan-kritikan yang ditunjukkan kepada pemerintah, dan ia pun akhirnya ditangkap oleh khalifah (penguasa pada saat itu). Ia ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Maka, ketika hari-hari seperti biasanya Imam Abu Hanifah jam sekian duduk dan saatnya mengajar. Namun, beliau menjadi terheran karena suara gitar dan nyanyian-nyaniyan yang biasanya itu kenapa sekarang tidak terdengar. Maka, Imam Abu Hanifah pun bertanya kepada santri-santrinya, “Kemana yang biasanya bernyanyi-nyanyi itu? Sebab, kalau tidak nyanyi mungkin ia sedang sakit atau ada apa.” Masya Allah, inilah akhlak mulia orang yang menjaga tali silaturahim meski orang telah berbuat buruk kepada dirinya, tapi ketika orang itu tidak ada atau tidak melihatnya ia pun akan menanyakan tentang orang itu.

Walhasil kata santri-santri Imam Abu Hanifah, “Walhamduilillah, kita sudah dibuat istirahat oleh Allah dari suaranya rejal (orang) itu. Dia sudah ditangkap oleh Khalifah, dan dimasukkan ke penjara. Dan mulai hari ini tidak akan ada lagi yang mengganggu pengajian kita, wahai Imam.” Mendengar hal itu, lantas seketika itu juga Imam Abu Hanifah bangun dari tempat duduknya dan pergi untuk menemui Sang Khalifah. Padahal saat itu malam hari, maka diketuk lah pintu rumah Sang Khalifah dan penjaga istana pun menanyakan siapa? Saya Abu Hanifah! Maka, penjaga itu terkaget lantaran terkadang saja Imam Abu Hanifah dipanggil raja di siang hari tidak datang, tapi ini di malam hari beliau justru datang sendiri untuk menemui Sang Khalifah. Kemudian, dibukalah pintu itu dan penjaga istana itu pun menyakan, “Ada apa wahai Imam, engkau datang malam-malam seperti ini?” Kata Imam Abu Hanifah, “Aku ingin bertemu khalifah.” Lanjut kata si penjaga, “Mungkin saja beliau sudah tidur.” Kata Imam Abu Hanifah, “Coba ketuk dulu pintunya.” Hingga akhirnya khalifah itu sendiri pun kaget jika ia didatangi oleh Imam Abu Hanifah di malam-malam hari.

Singkat cerita, Imam Abu Hanifah pun bertemu dengan Sang Khalifah dan meminta dia untuk melepaskan tetangganya tersebut. Kata Imam Abu Hanifah saat itu, “Tetangga aku ada yang engkau tangkap, tolong bebaskan. Jika memang ia salah maka maafkanlah kesalahannya. Dan kalau ada salah paham, maka segera keluarkan lah ia dari penjara.” Sehingga Sang Khalifah itu pun menjadi bingung, “Engkau wahai Imam, datang malam-malam seperti ini hanya untuk tetanggamu?” Maka jawab Sang Imam, “Iya, sebab aku diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam untuk menjaga hubungan kekerabatan dengan tetangga; huququl jiran. Ketika dia kesusahan, maka aku harus bantu.” Akhirnya, tetangga Imam Abu Hanifah itu pun dibebaskan dari penjara. Dan ia pun merasa heran kenapa tiba-tiba ia bisa dibebaskan, maka saat itu ia melihat dari kejahuan Imam Abu Hanifah dan ia pun menjadi tahu yang membebaskan dirinya adalah Imam Abu Hanifah. Dan pada saat itu pun ia berubah, berubah karena akhlak mulia yang dimiliki Imam Abu Hanifah rahimahullah. Masya Allah.

*Silahkan ambil manfaat dan sebarluaskan …

Comments

comments

To Top