Fawaid

AJAKAN MENCINTAI AHLUL BAIT TANPA TERKECUALI

AJAKAN MENCINTAI AHLUL BAIT TANPA TERKECUALI
Sumber: Muhsin Basyaiban & Zaky Amrullah

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Dewasa ini kami melihat banyak di antara kaum Muslimin –Indonesia khususnya– mulai bermunculan segelintar kelompok yang menebar fitnah untuk membenci “AHLUL BAIT” (yakni, para keturunan Baginda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam). Mereka sekarang tak segan-segan untuk menghina para Saadah, mencaci, memaki bahkan sekedar untuk menyiyir. Wal-iyadzu billah. Di sini kami hanya memohon kepada Allahu ta’ala semoga hidayah dan taufiq menyertai mereka semua. Aamiin.

Adapun di dalam buku yang kami tulis, ada topik yang kami angkat berkaitan juga dengan hal di atas. Mari kita simak bersama kisah berikut, semoga dengan membaca kisah ini kita tersadarkan akan pentingnya mencintai ahlul bait tanpa terkecuali. Di dalam buku “Hikayat Shalihin” mengisahkan cerita berikut: Ibnul Arabi rahimahullâhu ta’âlâ bekata, “Dan seyogyanya bagi setiap muslim berkeyakinan bahwa apa yang timbul dari perbuatan ahlul bait (keturunan Nabi) itu akan diampuni Allah dan kita tidak boleh mencaci-maki seseorang, lalu bagaimana melakukannya terhadap ahlul bait.” Ibnu Arabi pernah menceritakan tentang orang-orang yang kepercayaannya yang tinggal di Mekkah bahwa ia telah memberitahu kepada Ibnu Arabi, ia berkata, “Aku tidak suka dengan perbuatan yang dilakukan oleh para syarif (ahlul bait) di Mekkah kepada orang-orang. Kemudian pada suatu saat aku bermimpi melihat Sayyidah Fatimah binti Rasulillah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berpaling daripadaku, lalu aku mengucapkan salam kepada beliau serta bertanya mengenai sebab berpalingnya kepadaku.” Sayyidah Fatimah pun berkata, “Sesungguhnya kamu berkomentar (tidak baik) kepada para syarif.” Maka aku menjawab, “Wahai junjunganku, tidakkah engkau melihat apa yang telah mereka perbuat terhadap orang-orang?” Kemudian Sayyidah Fatimah berkata lagi, “Bukankah mereka adalah anak-anakku?!” Lantas aku pun menjawab, “Sekarang aku akan bertaubat dan seketika itu pula beliau mau melihat diriku lagi, dan setelah itu aku terbangun dari tidur.” *Dikutip dari buku berjudul “Hikayat Shalihin” karya Muhsin Basyaiban & Zaky Amrullah, (Penerbit Layar: Yogyakarta, 2018), hlm. 65.

*Info Pemesanan: CALL/SMS/WA + 0896 3122 7377

Comments

comments

To Top