Fawaid

RENUNGAN BENCANA YANG MENIMPA “KITA”

RENUNGAN BENCANA YANG MENIMPA “KITA”
Sumber: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Belakangan ini negeri kita tercinta dilanda bertubi-tubi bencan alam nan dahsyat yang kesemua itu sulit dinalar oleh logika. Ada gempa di Palu, hingga menenggelamkan perkampungan desa. Sebelumnya gempa juga di Lombok, bangun-bangunan beton pun luluh-lantah. Dipenghujung tahun 2018 pun masih terjadi Tsunami dahsyat selat sunda, yang tanpa ada predeksi dan tanda-tanda. Dan terkahir hingga kini adanya longsor di Sukabumi. Masya Allah Tabarkallah. Petanda apakah ini?

Maka, ayyuhal Ikhwan renungkan lah sejenak hadits yang telah tersebar dari Baginda Nabi ‘alayhish-shalatu was-salam tentang sebab datangnya murka Allah. Mari perhatikan hadits berikut:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صّلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :إِذَا عَظَّمَتْ أُمَّتِي الدُّنْيَا نُزِعَتْ مِنْهَا هَيْبَةُ الإِسْلَامِ ، وَإِذَا تَرَكَتِ الأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ حُرِمَتْ بَرَكَةَ الْوَحْيِ، وَ إِذَا تَسَابَّتْ أُمَّتِي سَقَطَتْ مِنْ عَيْنِ اللهِ

Rasulullah shallallâhu ‘alahi wa sallam bersabda: “Apabila ummatku terlampau mengagumi dunia, niscaya akan dicabut oleh Allah kewibawaan Islamnya. Apabila mereka sudah meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar, niscaya akan diharamkan oleh Allah keberkahan wahyu-Nya. Apabila mereka sesama muslim sudah saling caci , akan jatuh dari mata Allah (murka-Nya).” (Dari Abu Hurairah ra., dikeluarkan oleh Imam as-Suyuthi dalam “Jami’ ash-Shaghir”)

Makna hadits ini sudah jelas, tinggal kita merenungi saja apa yang terjadi dengan bangsa kita belakangan ini? Ya, sebab hanya politik kita berhari-hari, berminggu-minggu hingga sepanjang tahun 2018 saling curiga, saling memaki antara kelompok satu dengan lawan kelompak yang lain. Semua terkotak-kotak, umat Islam di negeri kita seakan menjadi dua kubu besar; yang satu dukung si A dan yang satunya umat Islam yang dukung si B. Maka tak heran “AINULLLAH” (murka Allah) turun kepada kita semua. Oleh karenanya, hemat kami sudahilah perbedaan politik dalam diri anda, jangan sampai dengan beda pandangan politik membuat anda lupa bahwa kita (umat Islam) adalah saudara; INNAMAL-MUKMINUNA IKHWAH. RENUNGKAN!!!

Comments

comments

To Top