Fawaid

PENTINGNYA PENGHORMATAN KEPADA SHALIHIN

PENTINGNYA PENGHORMATAN KEPADA SHALIHIN
Sumber: Ustadz Muhammad ibn Husain al-Habsyi
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

PENERBITLAYAR.COM, YOGYAKARTA — Berikut perkataan al-Habib Abdullah ibn Husain ibn Thahir radhiyallâhu ‘anhu wa ardhâhu tentang pentingnya penghormatan kepada kaum shalihin, “Bawalah dirimu senantiasa berkumpul dengan orang-orang yang shaleh dan biasakanlah berperilaku sebagaimana perilaku mereka. Ambillah manfaat dari perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan mereka. Biasakanlah berziarah kepada mereka baik yang masih hidup ataupun sudah meninggal disertai dengan sebaik-baiknya penghormatan dan husnudzan (berbaik sangka) yang tulus. Dengan cara itulah orang yang mengunjungi mereka akan mendapat manfaat dan karunia melalui mereka. Sesungguhnya begitu sedikitnya kemanfaatan yang didapatkan oleh orang-orang sekarang dari keberadaan para shalihin karena sedikitnya rasa penghormatan dan husnudzan mereka kepada para shalihin sehingga mereka tidak mendapatkan keberkatan dari para shalihin.

Mereka juga tidak pernah menyaksikan karamah-karamah para shalihin sehingga mereka mengatakan bahwa tidak ada auliya’ pada zaman ini. Padahal, alhamdulillah mereka para wali Allah saat ini begitu banyak, baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi. Tidaklah mengetahui keberadaan mereka kecuali orang-orang yang hatinya diberi cahaya oleh Allah dengan cahaya-cahaya penghormatan dan husnudzan kepada para shalihin. Oleh karena itu, tepatlah yang dikatakan dalam suatu penuturan “al-Madad fil Masyhad”. Maksud dari “al-Madad fil Masyhad” adalah besarnya karunia dan pemberian Allah kepada seseorang yang didapatkan dari para shalihin adalah tergantung dari seberapa besar orang tersebut memandang dan memposisikan mereka di dalam dirinya. Jika dia melihat para shalihin tadi dengan su-udzan (berburuk sangka), maka karunia dan pemberian yang ia dapatkan tentunya sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Jika ia melihat mereka dengan pandangan husnudzan, maka ia akan mendapatkan karunia dan pemberian dari Allah sebesar rasa husnudzannya kepada mereka.” (Dinukil dari kitab, “Majmu’ Kalam al-Habib Abdullah ibn Husain ibn Thahir Ba’alawy”)

Comments

comments

To Top