Manaqib

BERMUAMALAH ALA CICIT RASULULLAH

BERMUAMALAH ALA CICIT RASULULLAH (Sekilas Manaqib Imam Ali Zainal Abidin)
Editing: Muhammad Hafiz

PENERBITLAYAR.COM, SURAKARTA – Manusia diciptakan untuk beribadah. Namun di sisi lain, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Segala hubungan antar manusia sudah diatur dalam agama Islam, baik secara tertulis di dalam hukum-hukum fiqih muamalah maupun pengamalan langsung dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., para sahabatnya, keturunannya, dan para ulama pewarisnya. Salah satunya Imam Ali Zainal Abidin bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, cicit Rasulullah saw.

Di dalam riwayat, apabila beliau memberi hutang, beliau tidak pernah meminta pembayaran hutang tersebut. Apabila beliau meminjamkan baju, beliau tidak pernah meminta dikembalikan. Apabila beliau membuat suatu janji, beliau tidak akan makan dan minum sampai janji tersebut beliau tunaikan. Apabila ada hajat seseorang yang tertunda karena kendala biaya, beliau selesaikan hajat tersebut menggunakan harta beliau. Apabila beliau berangkat Haji atau berperang, beliau tidak pernah memukul hewan tunggangannya.

Pernah suatu hari ketika Imam Ali Zainal Abidin keluar dari Masjid, beliau bertemu seorang laki-laki yang menghina beliau dengan hinaan yang berat. Mendengar celaan tersebut, orang-orang di sekitar beliau cepat-cepat datang dan berusaha menghentikan laki-laki ini, namun mereka dihentikan oleh beliau. Kemudian beliau menghampiri laki-laki tersebut dan berkata:

مَا سُتِرَ عَنْكَ مِنْ أَمْرِنَا أَكْثَرُ…، أَلَكَ حَاجَةٌ نُعِيْنُكَ عَلَيْهَا

Aib kami yang tertutup jauh lebih banyak daripada yang engkau sampaikan…, apakah engkau memiliki kebutuhan yang bisa kami bantu?

Laki-laki tersebut malu mendengar tanggapan Imam Ali Zainal Abidin terhadap celaannya. Maka Imam Ali Zainal Abidin memakaikan baju indah bermotif yang sedang beliau pakai kepada laki-laki tersebut kemudian memberinya uang lebih dari seribu dirham. Melihat kemuliaan akhlak beliau dalam bermuamalah, laki-laki ini berkata: “Aku bersaksi bahwa sungguh engkau adalah keturunan Rasulullah saw.” (Dinukil dari kitab “Syarhul ‘Ainiyah”, karya al-Habib Ahmad bin Zain al-Habsyi)

Comments

comments

To Top