Taklim

TRANSLATOR RASULULLAH SAW

TRANSLATOR RASULULLAH SAW
Sumber: al-Ustadz Amhad ibn Muhammad al-Habsyi
Edtiting: Muhammad Hafiz

Diriwayatkan dari Sayyidina Zaid ibn Tsabit:
Dulu aku pernah dibawa menemui Rasulullah saw ketika beliau baru tiba ke Kota Madinah. Kemudian Rasulullah saw diberitahu tentang aku: “Orang ini dari suku an-Najjar dan telah hafal 17 surat.”.

Kemudian aku membaca surat-surat tersebut dihadapan Rasulullah saw, dan beliau takjub dan bersabda kepadaku:

تَعَلَّمْ كٍتَابَ يَهُوْدَ -اي كِتَابَتَهُمْ وَ لُغَتَهُمْ- فَإِنِّيْ مَا آمَنُهُمْ عَلَى كِتَابِيْ
Pelajarilah bahasa Yahudi (aksara dan aksen mereka), karena aku tidak merasa aman dari bahasa mereka.

Maka aku lakasanakan perintah beliau, dan tidaklah berlalu setengah bulan kecuali aku sudah menguasainya. Dan aku yang menulis surat dari beliau kepada orang-orang Yahudi dengan bahasa mereka, serta aku yang membacakan surat dari mereka kepada Rasulullah saw.

*****

Didalam kitab al-Ishabah dan diriwayatkan dari kitab Musnad Imam Ibn Hanbal, Sayyidina Zaid ibn Tsabit berkata:
Rasulullah saw pernah bersabda kepadaku:

إنِّيْ أَكْتُبُ إلَى قَوْمٍ فَأَخَافُ أَنْ يَزِيْدُوْا أَوْ يَنْقُصُوْا فَتَعَلَّمْ السُّرْيَانِيَةَ
Aku hendak mengirim surat kepada suatu kaum, namun aku takut mereka akan menambah-nambahi atau mengurangi isi suratku. Pelajarilah bahasa Suryani.

Maka aku mempelajari bahasa itu dalam waktu 17 hari.
(Di dalam kitab Khithat karya Imam al-Muqrizi disebutkan bahwa bahasa Suryani adalah bahasa kuno dan sudah ada sejak waktu yang lama)

*****

Dalam kitab al-Mashahif, Sayyidina Zaid ibn Tsabit meriwayatkan:
Rasulullah saw pernah bersabda kepadaku:

إِنَّهَا تَأْتِيْنِيْ كُتُبٌ لَا أُحِبُّ أَنْ يَقْرَأَهَا كُلُّ أَحَدٍ فَهَلْ تَسْتَطِيْعُ أَنْ تَتَعَلَّمَ كِتَابَ الْعِبْرَانِيَّةِ -أَوْ قَالَ السُّرْيَانِيَّةَ
Sesungguhnya ada surat-surat datang kepadaku, yang aku tidak ingin semua orang membacanya. Apakah engkau bisa mempelajari bahasa Ibrani/Suryani?

Maka aku mempelajari bahasa itu selama 17 malam.
*****
Rasulullah memerintahkan Sayyidina Zaid ibn Tsabit untuk mempelajari bahasa-bahasa tersebut agar aman dari permainan/tipuan mereka dalam surat menyurat (agar tidak ditambahi atau dikurangi).

Maka dari situ, para ulama berkata:
مَنْ تَعَلَّمَ لُغَةَ قَوْمٍ أَمِنَ مَكْرَهُمْ
Barangsiapa yang belajar bahasa suatu kaum, maka dia aman dari tipuan mereka.

(Dinukil dari intisari pembacaan kitab Sayyiduna Muhammad Rasulullah Saw dalam kegiatan Rauhah Siang dia Masjid ar-Riyadh, Solo 31 Maret 2021

Comments

comments

To Top